Minggu, 07 April 2013

Ini Tentang Kau dan Aku




1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan
Aku tidak tau kau semenyenangkan ini.
Oke, baiklah aku sudah tau jelas akan hal itu.


Tapi rasa menyenangkan dan menenangkan itu selalu berhasil kau ciptakan saat aku sedang bersamamu.
Setiap hari rasanya aku selalu jatuh lagi dan lagi kedalam semesta cintamu.
Ya, aku hanya tidak bersedia suatu saat nanti ketika aku kembali membuka mataku, aku mendapati kenyataan bahwa aku bukanlah milikmu lagi.
Aku hanya ingin dia untukku. Egois memang.
Tapi sungguh! Aku belum merasakan seperti ini sebelumnya.
Begitu mencintai terlalu dalam dan begitu takut akan kehilangan.
Aku tau aku tidak sempurna dan tidak akan pernah bisa seperti itu. Tapi rasa ini sudah jelas sempurna untuknya.
Tuhan, tolong biarkan aku tetap seperti ini. Tetap bahagia karena adanya dia.
Kata kamu dulu, Jika kita memang dipertemukan untuk suatu tujuan, maka biarkan kamu menjadikan aku sebagai pelabuhan untuk menuju tujuan itu. Dan aku percaya…
Maka biarkan aku untuk selalu menjadi pelabuhan itu, yang bukan hanya sebagai tempat persinggahanmu.
Melainkan sebagai tempat untuk kau tinggali didalamnya. Selamanya.

Kamis, 24 Januari 2013

Quote




“Happiness is when what you think, what you say and what you do are in HARMONY.”  –Mahatma Gandhi

Ketahuilah


 Saat kali pertama bertemu denganmu.
Aku hanya menganggap kau yang lalu bagiku.
Hanya menganggap kau seperti yang lain, biasa saja, tak ada yang istimewa.
Hingga saat itu, entah tepatnya kapan aku bertemu lagi denganmu.
Kali ini ada sesuatu yang berbeda, aku pun masih ragu untuk membacanya.
Namun ada satu hal yang membuatku selalu ingin  mencari dimana keberadaanmu,
Selalu ingin memperhatikanmu walau hanya samar.
Aku tahu ada yang berbeda dengan hatiku, namun aku tahu ini tidak salah.
Diam-diam memperhatikanmu, diam-diam menjadikanmu objek dalam tulisanku.
Salahkah?
Aku mulai menikmati rasa ini, mulai memahami bahwa sudah ada kau dihatiku.
Mungkin sudah berlarik-larik sajak yang aku tulis tentangmu.
Bergelut dengan tulisanku saat perlahan rasa rindu menggelayut dihatiku.
Namamu, wajahmu, semua tentangmu sudah memenuhi ruang kosong dihatiku.
Aku sudah mempersilahkanmu masuk dan biarlah kau menetap disana.
Aku tak paham mengapa rasa ini tiba-tiba hadir hanya karena menatapmu dari kejauhan.
Takdir Tuhan-kah?
Matamu, lukisan Tuhan terindah yang Dia goreskan diwajahmu.
Senyummu, ada kebahagiaan yang terselip disana saat aku melihatnya.
Tuhan pasti tahu mengapa harus kau yang bertemu denganku.
Mengapa harus kau yang bisa dengan mudah mengambil alih semua rasaku.
Mungkin ini sudah jelas, kau memang ditakdirkan untukku.
You are my destiny.

Minggu, 13 Januari 2013

Quote

 
"Dari seluruh penjuru muara, hatimu adalah rumah pemberhentianku. Tempat bertemunya bahagia juga sedihku."

Jumat, 11 Januari 2013

So Far Away



Never feared for anything. Never shamed but never free
A laugh that healed the broken heart
With all that it could. Lived a life so endlessly
Saw beyond what others see. I tried to heal your broken heart
With all that I could. Will you stay?
Will you stay away forever?
How do I live without the ones I love?
Time still turns the pages of the book it's burned
Place and time always on my mind. I have so much to say but you're so far away.
Plans of what our futures hold. Foolish lies of growing old
It seems we're so invincible. The truth is so cold.
A final song, a last request. A perfect chapter laid to rest
Now and then I try to find. A place in my mind
Where you can stay. You can stay away forever.
Sleep tight I'm not afraid.
The ones that we love are here with me. 
Lay away a place for me. 'Cause as soon as I'm done I'll be on my way to live eternally
I love you, you were ready, the pain is strong and urges rise
But I'll see you when He let's me. Your pain is gone, your hands untied so far away. And I need you to know.